Lebaran Tak Lagi Sepi: 2.650 Warga Aceh Rasakan Hangatnya Kenduri Akbar Bersama ASAR Humanity

Asar Humanity

30 Mar 2026 09:17

Share

Lebaran Tak Lagi Sepi: 2.650 Warga Aceh Rasakan Hangatnya Kenduri Akbar Bersama ASAR Humanity

Aceh — Di saat banyak perhatian mulai beralih dari wilayah terdampak bencana, ribuan masyarakat di Aceh masih melanjutkan perjuangan pemulihan dalam keterbatasan. Memasuki bulan keempat pasca bencana, kebutuhan akan kehadiran—bukan hanya bantuan—menjadi semakin nyata.

Dalam momentum Idul Fitri 1447 H, ASAR Humanity menghadirkan program Kenduri Akbar sebagai ruang kebersamaan, agar masyarakat tetap dapat merasakan hangatnya Lebaran di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

Program yang dilaksanakan pada 21 Maret 2026 ini menjangkau sebanyak 2.650 penerima manfaat yang tersebar di lima titik wilayah, meliputi Aceh Timur, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Puluhan relawan turut terlibat, membersamai masyarakat sejak proses persiapan hingga pelaksanaan kenduri.

Berbeda dari sekadar distribusi bantuan, Kenduri Akbar dirancang sebagai pengalaman kolektif yang menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan. Warga tidak hanya menerima hidangan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses memasak dan mempersiapkan kenduri sejak malam takbiran.

Suasana hangat terasa dari dapur-dapur sederhana hingga momen makan bersama. Anak-anak, orang tua, hingga lansia berkumpul dalam satu ruang, berbagi cerita, tawa, dan harapan—menghadirkan kembali makna Idul Fitri sebagai hari kemenangan yang dirayakan bersama.

Ketua Yayasan ASAR Humanity, Noval Eriansyah, menyampaikan bahwa kehadiran ASAR di momen ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus membersamai masyarakat, tidak hanya di awal bencana, tetapi hingga proses pemulihan.

“Kami menyadari bahwa pasca bencana, justru di fase inilah masyarakat seringkali mulai ditinggalkan. Padahal, mereka masih membutuhkan dukungan—bukan hanya secara materi, tetapi juga secara emosional. Melalui Kenduri Akbar, kami ingin menghadirkan kembali rasa kebersamaan, agar masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi proses pemulihan ini,” ujarnya.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung dalam pemenuhan kebutuhan pangan di hari raya, tetapi juga membuka ruang silaturahmi yang mempererat kembali hubungan sosial masyarakat yang sempat terfragmentasi akibat bencana.

Lebih dari itu, momen kebersamaan yang tercipta menjadi penguat secara emosional—menghadirkan kembali rasa utuh dalam merayakan Lebaran, tanpa harus merasa sendiri.

Melalui Kenduri Akbar, ASAR Humanity menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya di fase darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan yang panjang. Sebab bagi ASAR, membersamai berarti berjalan bersama—hingga masyarakat benar-benar kembali pulih.