Bantuan Kemanusiaan Jangkau Lebih dari 21.000 Korban Banjir di Aceh dan Sumatra Barat

Asar Humanity

12 Mar 2026 16:38

Share

Bantuan Kemanusiaan Jangkau Lebih dari 21.000 Korban Banjir di Aceh dan Sumatra Barat

Lebih dari 21.000 jiwa dari 4.215 keluarga terdampak banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra Barat menerima bantuan kemanusiaan melalui program tanggap darurat yang dilaksanakan pada 26 Desember 2025 hingga 11 Januari 2026. Program ini dijalankan oleh ASAR Humanity dengan dukungan dari PBV, yang berfokus pada bantuan pangan, penyediaan air bersih, serta dukungan sanitasi bagi masyarakat terdampak.

Program bantuan menyasar sejumlah wilayah terdampak parah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, termasuk Gampong Manyang Cut, Gampong Blang, Gampong Meunasah Balek, dan Gampong Me, serta beberapa desa di Kecamatan Meurah Dua. Bantuan juga disalurkan kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Agam dan Kota Padang, Sumatra Barat. Bentuk bantuan yang diberikan meliputi 125 paket hygiene kit, delapan tangki air bersih, serta 4.800 porsi makanan hangat yang disalurkan melalui dapur umum untuk membantu keluarga yang kehilangan akses terhadap makanan dan air bersih.

Menurut pihak pelaksana program, banyak masyarakat masih berada dalam kondisi sulit bahkan beberapa minggu setelah bencana terjadi. Banjir dan longsor merusak rumah warga, mencemari sumber air, serta memaksa banyak keluarga tinggal di tempat sementara. “Banyak rumah masih tertutup lumpur tebal dan warga kesulitan mendapatkan air bersih serta makanan yang layak,” ujar Nur Zakina, General Manager ASAR Humanity. “Bantuan darurat ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan harapan di masa pemulihan.”

Para penerima manfaat di berbagai desa terdampak menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan, terutama terkait penyediaan air bersih dan layanan dapur umum. Salah seorang warga mengatakan, “Tangki air ini sangat membantu kami. Banyak sumber air rusak atau tercemar setelah banjir, sehingga sebelumnya kami terpaksa menggunakan air yang kotor untuk kebutuhan sehari-hari.” Warga lain juga menyoroti pentingnya bantuan makanan hangat. “Dapur umum membantu kami mendapatkan makanan hangat setiap hari saat kami belum bisa memasak di rumah,” ujarnya.

ASAR Humanity menyebutkan bahwa bantuan ini memainkan peran penting dalam menstabilkan kondisi masyarakat pada fase darurat pascabencana. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan, “Terima kasih kepada para donatur dan relawan yang telah membawa bantuan dan harapan di masa sulit ini. Saat kami hampir kehilangan segalanya, bantuan ini sangat berarti.”

ASAR Humanity berencana melanjutkan program pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak. Rencana tersebut meliputi pembangunan kembali rumah dan fasilitas umum yang rusak, pembangunan sistem air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan, serta dukungan pendidikan seperti beasiswa dan program bantuan bagi anak yatim, guna membantu masyarakat bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka setelah bencana.