Asar Humanity
20 Feb 2024 10:41
Lebanon Selatan Under Attack Oleh Roket Zionis Israel
AsarNews, Lebanon - Pasukan Israel telah melakukan setidaknya dua serangan udara di kota pesisir Ghaziyeh di Lebanon selatan, menurut militer Israel dan media pemerintah Lebanon.
Kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah dan Israel hampir setiap hari saling baku tembak melintasi perbatasan sejak Israel melancarkan serangannya ke Gaza sebagai tanggapan atas serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober.
“Pesawat-pesawat tempur Israel melakukan … serangan di kota Ghaziyeh,” Kantor Berita Nasional (NNA) yang dikelola pemerintah melaporkan pada hari Senin, mengatakan bahwa sebuah kendaraan menjadi sasaran dan ambulans bergegas ke tempat kejadian, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Belum jelas apakah ada korban jiwa.
Kota ini berjarak sekitar 5 km (3 mil) dari kota pelabuhan selatan Sidon, dan sekitar 60 km (37 mil) di utara perbatasan dengan Israel.
Avichay Adraea, juru bicara militer Israel, mengatakan pada hari Senin: “Kami menargetkan depot senjata Hizbullah di dekat Sidon sebagai respons terhadap ledakan kapal musuh yang puing-puingnya kami temukan di dekat daerah Tiberias sore ini. Kami akan terus bertindak tegas dalam menanggapi serangan Hizbullah.”
Belum ada komentar langsung dari Hizbullah.
Zeina Khodr dari Al Jazeera, melaporkan dari Beirut, mengatakan bahwa sebuah pabrik menjadi sasaran serangan tersebut.
“Pemilik pabrik mengatakan fasilitas yang dituju memproduksi generator listrik,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa serangan yang menyerang lebih dalam di Lebanon menjadi lebih sering terjadi.
Serangan itu terjadi tak lama setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab atas dua serangan terhadap pos-pos Israel di daerah perbatasan Shebaa Farms.
Khodr mengatakan “ balas tembak ” ini sepertinya akan terus berlanjut.
“Hizbullah telah menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan pertempuran sampai agresi Israel di Gaza berakhir,” kata Khodr. “Ini adalah target militer dan Hizbullah akan meresponsnya. Kedua belah pihak telah berusaha membatasi serangan mereka pada sasaran militer.
“Ini merupakan eskalasi yang terkendali; ya, warga sipil telah terbunuh, namun kita masih selangkah lagi menuju perang menyeluruh. Tidak diragukan lagi, ini adalah sebuah eskalasi. Banyak orang di Lebanon khawatir bahwa konflik ini akan menjadi sebuah hal yang licin dan tidak dapat dikendalikan.”
Militer Israel pekan lalu mengatakan pihaknya membunuh seorang komandan Hizbullah, wakilnya dan pejuang lainnya dalam serangan di kota Nabatieh, Lebanon selatan.
Pada hari Jumat, Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah bersumpah bahwa Israel akan membayar “dengan darah” bagi warga sipil yang terbunuh di Lebanon.
Dia memperingatkan bahwa kelompok tersebut memiliki rudal yang dapat menjangkau wilayah manapun di Israel.
Sejauh ini, hizbullah melaporkan sekitar 200 pejuangnya tewas sejak eskalasi lintas batas dimulai.
ASAR Humanity Salurkan 10 Tenda Keluarga untuk Pengungsi Gaza Selatan
Diposting pada 10 Agustus 2026
Peace Boat Disaster Relief Jepang Bersama Laznas ASAR Humanity Resmikan Fasilitas Sumur Bor dan MCK untuk Pulihkan Akses Air Bersih Pascabanjir di Aceh Timur
Diposting pada 10 Agustus 2026
Makna Hari Kemerdekaan Indonesia: Arti, Sejarah, dan Cara Mengisinya dengan Aksi Nyata
Diposting pada 07 Agustus 2026
ASAR Humanity Salurkan Bantuan Pangan bagi Korban Kebakaran di Kampung Adat Sirnaresmi, Sukabumi
Diposting pada 06 Agustus 2026