Asar Humanity
19 Feb 2024 09:02
Warga Palestina Hidup Dalam Kelangkaan di Rafah
AsarNews, Rafah - Pengungsi Palestina yang tinggal di Rafah di Gaza selatan berjuang untuk mendapatkan kebutuhan dasar ketika lembaga bantuan dan beberapa pemimpin dunia telah memperingatkan bahwa serangan Israel terhadap kota tersebut akan menimbulkan konsekuensi yang sangat buruk.
Lebih dari 1,5 juta orang, yang sebagian besar mengungsi dari wilayah lain di Gaza, berlindung di Rafah, tempat makanan dan pasokan penting lainnya langka di tengah pembatasan ketat Israel terhadap transportasi makanan, bahan bakar, air, dan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Meskipun ada tekanan dari luar untuk menghentikan serangan di Rafah, Israel mengatakan pihaknya akan terus melakukan serangan darat ke kota dekat perbatasan dengan Mesir untuk menghadapi batalyon pejuang Hamas, kelompok Palestina yang menguasai Gaza.
Pelapor khusus PBB untuk Palestina mengecam rencana serangan darat Israel terhadap kota tersebut.
“Rafah berdiri sebagai garis terakhir keberadaan warga Palestina di Gaza, di tengah penderitaan yang tiada henti yang dihadapi orang-orang yang terjebak di dalamnya,” kata Francesa Albanese.
Jagan Chapagain, sekretaris jenderal dan CEO Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), telah memperingatkan bahwa situasi layanan kesehatan di Gaza “sangat kritis” dan kesenjangan antara kebutuhan dan dukungan yang tersedia semakin lebar.
“Penduduk sipil di Gaza sudah cukup menderita, dan layanan kesehatan menjadi salah satu harapan terakhir yang tersisa,” tulis Chapagain di X, memperingatkan bahwa banyak masyarakat rentan yang kekurangan layanan medis penting.
Israel telah berulang kali melakukan serangan terhadap rumah sakit dan kompleks medis di Gaza sejak melancarkan perang terhadap wilayah pesisir yang terkepung pada tanggal 7 Oktober, sehingga melumpuhkan layanan kesehatan bagi warga Palestina yang tinggal di sana.
Menurut penilaian terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hanya 11 dari 36 rumah sakit di Gaza yang berfungsi sebagian – lima di utara dan enam di selatan.
Pada hari Minggu, ketua WHO mengatakan bahwa Rumah Sakit Nasser, rumah sakit utama di Gaza selatan, “tidak lagi berfungsi” setelah berminggu-minggu dikepung dan ditembaki oleh Israel yang mematikan.
ASAR Humanity Salurkan 10 Tenda Keluarga untuk Pengungsi Gaza Selatan
Diposting pada 10 Agustus 2026
Peace Boat Disaster Relief Jepang Bersama Laznas ASAR Humanity Resmikan Fasilitas Sumur Bor dan MCK untuk Pulihkan Akses Air Bersih Pascabanjir di Aceh Timur
Diposting pada 10 Agustus 2026
Makna Hari Kemerdekaan Indonesia: Arti, Sejarah, dan Cara Mengisinya dengan Aksi Nyata
Diposting pada 07 Agustus 2026
ASAR Humanity Salurkan Bantuan Pangan bagi Korban Kebakaran di Kampung Adat Sirnaresmi, Sukabumi
Diposting pada 06 Agustus 2026