70% Rumah Sakit Tutup: Krisis Sudan Perberat Akses Kesehatan bagi Perempuan dan Anak
Sudan — Krisis yang berlangsung berkepanjangan di Sudan terus membawa dampak besar pada kehidupan warga, terutama dalam sektor kesehatan. Berdasarkan data yang dihimpun Sabili.id, kerusakan fasilitas medis terjadi secara masif sehingga membatasi akses masyarakat terhadap layanan penting.
Setidaknya 70% rumah sakit di Sudan harus berhenti beroperasi, sementara 60% fasilitas kesehatan lainnya tidak mampu melayani pasien secara normal akibat minimnya tenaga medis, keterbatasan obat, dan kerusakan infrastruktur. Secara keseluruhan, sekitar 250 rumah sakit tidak berfungsi, membuat jutaan warga berada dalam kondisi rawan ketika membutuhkan perawatan.
Situasi ini memberikan tekanan paling besar pada kelompok rentan. Dalam satu tahun terakhir, Sabili.id mencatat 221 anak terdampak situasi krisis, sementara 1.138 kasus kekerasan seksual terdata, termasuk 193 perempuan sebagai korban langsung. Angka ini menunjukkan meningkatnya risiko keselamatan bagi perempuan dan anak di tengah runtuhnya layanan publik.
Kondisi ini menggambarkan bagaimana krisis Sudan tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga menggerus kualitas hidup dan rasa aman masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
Sebagai bentuk kepedulian antar sesama, ASAR Humanity mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut membantu menyediakan dukungan kesehatan, perlindungan, dan kebutuhan dasar bagi warga Sudan.
🔗 Ulurkan bantuan untuk selamatkan harapan mereka:
https://donasi.asarhumanity.org/campaign/506/ulurkan-bantuan-untuk-selamatkan-harapan-mereka
Harga Kambing Kurban 2026 di ASAR Humanity, Mulai Rp2 Jutaan
Diposting pada 08 May 2026
Kapal Global Sumud Flotilla Dicegat Israel, 11 Armada Hilang Kontak di Laut Mediterania
Diposting pada 30 April 2026
Kick Off Bersyukur Berqurban di Bogor, Perkuat Komitmen ASAR Humanity Bersamai Pesantren Penjuru Negeri
Diposting pada 29 April 2026
Krisis Kelaparan Ancam 7,8 Juta Warga Sudan Selatan, ASAR Ajak Perkuat Kepedulian Global
Diposting pada 29 April 2026